Selalu ada pilihan dalam suatu situasi, menyerah dengan kedaan atau justru bangkit dari keadaan yang terpuruk. Melalui tulisan ini saya pribadi ingin berusaha untuk berpositif thinking dari keadaan yang sedang terjadi. Sangatlah sulit untuk melangkah disaat terjadinya pandemi wabah seperti saat ini. Namun percayalah bahwa semua yang terjadi itu pasti mengandung hikmah yang besar untuk kita semua. Masyarakat kini menerapkan hidup bersih dengan cara selalu mencuci tangan setelah melakukan aktivitas secara tidak langsung mengajarkan manusia hidup bersih, karena menjaga kebersihan itu sebagian dari iman. Ini salah satu hikmah dari pandemi wabah yang sedang terjadi. Mungkin ada banyak hikmah lain yang belum kita ketahui.
Walaupun kondisi kehidupan sangat terpuruk kita harus tetap melangkah, ada dua pilihan untuk kita jatuh tersungkur di gulung badai atau bangkit terbang diatas badai. Artinya jika kita berdiam diri sambil termenung meratapi nasib dan menyalahkan suatu keadaan maka kita akan lebih terpuruk seperti tergulung badai, sebaliknya jika kita tetap melangkah mencari solusi cepat untuk mengatasi kondisi uang sedang terjadi maka insyaallah kita akan bisa melewati kondisi terpuruk ini, bahkan kita bisa meraih hidup yang lebih baik lagi seperti halnya terbang diatas badai.
Saya pernah mambaca artikel bagus tentang kehidupan burung rajawali sang penguasa langit , saya ikut terinspirasi dengan kebiasaannya.
Di Grand Canyon, Arizona, Amerika Serikat, ada sebuah suku pedalaman bernama Hualapai yang menjadikan elang sebagai burung yang sakral dalam keyakinan mereka. Bertempat di Taman Nasional Grand Canyon, yang juga merupakan salah satu dari 7 keajaiban Alam di Dunia, di sana ada sebuah tebing bertuliskan “Sa Nyu wa” – Home of the Eagle.
Di tempat inilah banyak orang belajar tentang filosofi burung elang, karena suku Hualapai sangat mengagumi dan terinspirasi oleh filosofi elang ini.
Belajar dari Filosofi Elang
Burung elang ini unik. Di saat ada badai, binatang-binatang lain akan berlari meninggalkan badai tersebut. Namun tidak dengan elang. Dia justru masuk dalam pusaran badai dan memanfaatkan badai tersebut untuk membuat dirinya terbang lebih tinggi. Elang mampu memanfaatkan keadaan yang ada untuk membuat dia bahkan bisa terbang lebih tinggi dari biasanya.
Burung elang juga memiliki ketajaman mata, dan kesukaannya untuk hanya memakan daging yang fresh.
Di samping keunikan tersebut, elang masih memiliki satu keistimewaan lagi. Bahkan keunikan ini menjadikan dia sangat populer. Keunikan tersebut adalah saat dia menghadapi tantangan hidup yang berat di usianya ke-40 tahun.
gAnda tentu pernah mendengar ungkapan “Life begins at 40”? Banyak yang beranggapan bahwa ungkapan ini tentang usia 40 tahun adalah usia manusia saat mengalami masa-masa kedewasaan. Padahal sebenarnya ungkapan ini berasal dari filosofi burung elang ini.
Di usia ke 40 tahun, elang harus memilih, mau mati sebagai pecundang atau hidup 30 tahun lebih lama sebagai kesatria perkasa. Elang yang memilih hidup lebih lama akan melakukan “proses transformasi” yang sangat berat dan melelahkan, yaitu dengan memaksakan dirinya terbang tinggi hinggi ke puncak bukit. Lalu membuat sarang di tepi jurang. Dan di sanalah dia menjalani proses transformasi itu.
Pertama dia mematukkan paruh sekeras-kerasnya ke bebatuan hingga paruhnya lepas. Diperlukan lebih 4-5 bulan lamanya untuk menunggu paruh baru tumbuh dan menjadi cukup kuat. Setelah paruh tumbuh, penderitaan berikutnya adalah dia harus mencabuti semua kuku-kuku di cakar. Setelah itu mencabuti bulu-bulu di tubuhnya satu persatu.
Bayangkan, betapa menderitanya, badan tanpa bulu, tentu sangat merasakan dingin yang amat sangat di atas puncak bukit, apalagi ketika malam hari.
Namun setelah “proses transformasi’ berhasil dilalui, dia akan dapati dirinya merasakan hidup perkasa lagi. Elang tersebut akan kembali seperti muda lagi. Paruhnya tajam, kukunya kuat mencengkram dan bulunya tidak menghalangi manuvernya dalam mengejar mangsa, dan kini dia bisa hidup lebih lama hingga 30 tahun mendatang.
Sangat luar biasa kehidupan burung rajawali untuk dijadikan inspirasi disaat keadaan seperti ini,… Semoga bermanfaat khususnya untuk diriku sendiri untuk menggapai mimpi